RI dan Cina Tukar Pengalaman Program Pembangunan Perumahan dan Permukiman

02Jul09

29 Juni 2009 – Pemerintah Republik Indonesia (RI), melalui Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan – Pedesaan Republik Rakyat Cina (RRC) saling bertukar pengalaman tentang Program Pembangunan Perumahan dan Permukiman (Perkim) bagi masyarakat. Pengembangan sektor perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta peningkatan kerjasama anatara pemerintah dan para pemangku kepentingan di bidang perumahan ke dua negara diharapkan mampu lebih menggairahkan program pemenuhan hunian layak bagi seluruh masyarakat.

“Kerjasama antara ke dua negara, Indonesia dan Cina telah berjalan sekian lama dan akan semakin penting di masa yang akan datang. Adanya berbagai tantangan baik dalam hal demografi, budaya dan karakteristik sosial ekonomi tentunya membutuhkan kerjasama yang erat,” ujar Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera), Mohammad Yusuf Asy’ari saat menerima kunjungan delegasi dari Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan – Pedesaan Republik Rakyat Cina (RRC) di Ruang Prambanan, Kantor Kemenpera, Senin (29/6) siang.

Tampak hadir dalam kegiatan itu, delapan orang delegasi Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan – Pedesaan Republik Rakyat Cina (RRC) dipimpin oleh Deputi Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan – Pedesaan Republik Rakyat Cina (RRC), Chen Dawei serta sejumlah pejabat Eselon I Kemenpera, Ketua Umum DPP REI, Teguh Satria, Direktur Utama Perum Perumnas, Himawan Arief, Ketua Umum MP3I, Aca Sugandy serta beberapa perwakilan dari mitra verja Kemenpera seperti BTN, dan Departemen Pekerjaan Umum.

Menpera menjelaskan, pemerintah terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini jumlah kebutuhan rumah atau backlog perumahan masih cukup besar. Berbagai kebijakan baik dari sisi program pembiayaan maupun peningkatan kerjasama antara pemangku kepentingan perumahan di Indonesia juga terus diusahakan.

“Pemerintah terus memfasilitasi serta mendukung pemangku kepentingan, baik pihak perbankan, pengembang, maupun pemerintah daerah dalam berbagai bentuk kebijakan. Di masa yang akan datang, saling tukar informasi, pengetahuan, pengalaman baik maupun buruk diperlukan untuk memperluas program pengembangan perumahan,” katanya.

Lebih lanjut, Menpera berharap pertemuan untuk kali pertama ini bisa terus berlanjut dan diikuti dengan dialog-dialog lanjutan sehingga dapat bermanfaat bagi kedua negara. Pasalnya, kedua negara memiliki permasalahan yang hampir sama yakni bagaimana memenuhi kebutuhan akan hunian bagi masyarakat yang jumlahanya semakin meningkat setiap tahunnya.

Sementara itu, Deputi Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan – Pedesaan Republik Rakyat Cina (RRC), Chen Dawei menuturkan, pihaknya juga selalu berusaha mencari solusi yang tepat untuk program perumahan bagi masyarakat Cina. “kami melihat pemerintah Indonesia memiliki program yang cukup baik seperti adanya rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) bagi masyarakat. Selain itu, masih banyaknya lahan untuk pembangunan juga menjadi nilai lebih dalam program ini,. Sebab, pemerintah Indonesia mendukung penuh program yang ada.

“Selama ini, ada jarak antara masyarakat Cina yang kaya dan miskin. Masyarakat yang kurang mampu tentunya sangat kesulitan untuk memiliki rumah yang layak. Dan kami berharap melalui kunjungan ini, baik kedua negara yakni Indonesia dan Cina bisa sama-sama memajukan program perumahan yang ada,” katanya.



No Responses Yet to “RI dan Cina Tukar Pengalaman Program Pembangunan Perumahan dan Permukiman”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: